Kini, Indonesia kian terpuruk akibat dilanda berbagai krisis.
Pertama, krisis ekonomi yang berujung pada krisis kemanusiaan ketika nyaris separuh warga negeri ini masih tergolong miskin atau hampir miskin. Sementara elite seakan tak berdaya atau membiarkan banyak kekayaan terkonsentrasi segelintir orang. Harta 100 orang terkaya di Indonesia, misalnya, berjumlah lebih dari 60 miliar dollar AS. Sementara jutaan orang menjadi kian miskin.
Meminjam kata Gandhi, ”Tuhan hanya dikenal dalam bentuk sepotong roti”. Krisis moral terlihat saat sekitar 10 anak negeri ini meninggal dunia hari demi hari akibat kekurangan gizi atau penyakitan. Juga, krisis demokrasi saat lebih dari 36 juta penduduk amat miskin harus bergulat mencari nafkah guna menyambung hidup, terpinggirkan dari tiap proses pengambilan keputusan publik.
Baca Selanjutnya
|